Jakarta, 16 Oktober 2026 — Komite Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas Pengendalian Tembakau) menyoroti pemberitaan sejumlah media nasional yang menyebut vape tidak terbukti menyebabkan diabetes yang berpotensi menyesatkan masyarakat akibat penyajian hasil penelitian yang tidak utuh. Padahal, penelitian yang dijadikan rujukan justru menemukan peningkatan peluang prediabetes dan resistensi insulin pada pengguna vape. Komnas Pengendalian Tembakau juga mengingatkan adanya potensi konflik kepentingan di balik penelitian tersebut serta keterlibatan asosiasi industri vape dalam penyebaran narasinya, yang berisiko mempengaruhi kebijakan perlindungan kesehatan masyarakat.
Pada 9 Oktober 2026, sejumlah media memberitakan hasil penelitian internasional dengan penekanan bahwa belum ada bukti ilmiah yang membuktikan vape menyebabkan diabetes. Berdasarkan penelusuran jaringan media, pemberitaan tersebut bersumber dari siaran pers Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI).
Penelitian yang dimaksud merupakan meta-analisis karya Adebisi dan kawan-kawan berjudul “Association between electronic cigarette use and prediabetes, diabetes, and insulin resistance: a systematic review and meta-analysis”, yang terbit dalam jurnal Internal and Emergency Medicine pada Juni 2026.
Baca selengkapnya di sini.

